Dani Rahmat Affandi Sukses Nikmati Hidup dari Bisnis Hobi Ikan Hias

By Redaksi_WU 28 Okt 2020, 15:07:12 WIB BISNIS
Dani Rahmat Affandi Sukses Nikmati Hidup dari Bisnis Hobi Ikan Hias

WartaUsaha.com – Bogor. Profesi yang menyenangkan adalah hobi yang menghasilkan. Itulah yang juga dilakukan Dani Rahmat Affandi (40). Hobi dengan ikan hias ia wujudkan menjadi profesi yang menguntungkan. Dengan kerja keras dan ketekunannya, ia kini berhasil sebagai pembudidaya ikan hias dan sukses nikmati hidup dari hasil hobinya itu.


Baca Lainnya :

Hobi merupakan kegemaran yang dimiliki seseorang. Untuk urusan ini tentunya seseorang rela mengeluarkan waktu, tenaga, pikiran, dan uang lebih untuk menyalurkan hobinya. Berapapun biaya yang dibutuhkan rasanya tak akan pernah diperhitungkan. Namun mengembangkan hobi menjadi sebuah peluang usaha yang menghasilkan, memang bukan soal mudah. Tentunya harus memiiki keinginan kuat, tekun, dan kerja keras.

Berlokasi di kediamannya di Jalan Raya Parung Kp. Lebakwangi RT.003/ RW. 02, Parung, Bogor, Dani Rahmat Affandi, pria lulusan Teknik Informatika, Fakultas Teknik Industri Gunadarma ini memulai usahanya membudidayakan ikan Discus di tahun 2013, dan beberapa ikan hias lainnya yang laku di pasaran, dengan menjadi pemasok pasar ikan hias Parung, Bogor, Jawa Barat yang tak jauh dari rumahnya.

“Awalnya saya mencoba ternak ikan Discus di tahun 2013. Itu kita mulai dengan 20 aquarium, tetapi setelah saya jalani itu agak sensitif, perawatannya agak susah. Dari sana saya beralih ke ikan Neon, meskipun harganya murah, tapi kuantitasnya banyak, maka omsetnya lumayan. Dan di daerah Sawangan itu pusatnya ikan Neon. Dari Neon trus kita coba ikan-ikan kecil lain, sepeti Sumatra Green Tiger, trus ada juga Zebra Hongkong, ya ikan-ikan yang laku di pasaran, jadi situasional aja,” jelasnya kepada WartaUsaha.com di lokasi peternakannya di Parung, Bogor (17-10-2020) lalu.




Budidaya Koi dan Koki

Dalam perkembangan perjalanan usahanya itu, Dani, begitu pria asal Bogor ini biasa disapa, bekerjasama dengan partner bisnisnya Andri F mencoba membudidaya ikan Koi dan Mas Koki. Dengan nama Angke Ornamental Koi Farm, mereka berdua mencoba ‘mencetak’ ikan-ikan berkualitas.

 “Kalau Koi sebenarnya kita masih coba-coba nih, belum ada setahun. Tapi respon pasarnya cukup bagus. Karena kita lebih kepada kualitasnya. Sebenarnya banyak breeder-breeder di daerah sini, Parung, Ciseeng sampai Sukabumi itu banyak, cuma kebanyakan mereka tidak mengejar kualitas, jadi asal jual saja,” ungkapnya.

Beberapa jenis Koi yang dibudidayakan Dani dan Andri antara lain, jenis Gosanke, Kohaku, Showa, Sanke dan beberapa jenis lainnya. Meski Angke Ornamental Koi Farm ini memiliki luas lokasi 2.000 m2, dengan lima buah empang/kolam pembesaran, namun dirasa Dani masih kurang luas untuk pembesaran ikan yang mereka targetkan. “Idealnya 1 sampai 2 hektar. Kalau Koi kan semakin besar ikan, profit kita semakin besar juga,” tukasnya.

Jika umumnya para pembudidaya di wilayah Parung membudidaya ikannya mulai ukuran 30 - 40 cm, namun itu tidak dilakukan Dani dan Andri. “Ya ikan-ikan kita di sini mulai diternakkan kalau sudah panjang rata-rata di 60 cm. Kalau di bawah itu, kemunginan anakkannya tumbuh berkembang besar itu sulit. Di sini kita menjual ukuran dan pola warna, jadi kualitasnya ya bisa kita jaminlah,” katanya.    

Ada sekitar 20 ekor lebih indukan betina yang dibudidaya di farm Dani dan Andri ini. Anakkan Koi yang siap dipasarkan menurut Dani mulai dari usia 2-3 bulan dengan ukuran minimal 10 -15 cm dibandrol dengan harga Rp 20 – Rp 30 ribu. “Untuk grade A itu sekitar Rp 20 – Rp 30 ribuan per ekor. Ya kalau grade B itu di bawahnya,” tukasnya.  Sementara ikan dewasa dengan ukuran 30 cm ia bandrol dengan dengan harga Rp 300 ribu per ekornya, “Itu untuk grad A biasa. Kalau untuk grade A show quality lebih dari Rp 500 ribu per ekornya,” katanya.




Stock Kurang Saat Pandemi

Akibat pandemi Covid – 19 ini Dani mengakui permintaan ikan Koi terus meningkat. Menurutnya karena ikan hobi, dan para penghobinya itu benar-benar yang menikmati hobinya. “Jadi kalau menurut pandangan dia (para penghobi) ikan bagus, harga nggak jadi masalah,” ujarnya. Seperti salah satu konsumennya di Cibubur, Jakarta, ia membeli ikan Dani hingga menghabiskan Rp 50 juta, dengan 150 ekor ikan ukuran 30 cm.

Selain itu, dampak positif pandemi ini Dani pun mengakui kekurangan stok ikan di tempatnya. Tetapi jika ada konsumen yang memesannya, ia pun ambil langsung dari Blitar, Jawa Timur untuk memenuhi permintaan konsumen tersebut.

“Sekarang ini justu kita kekurangan stok, karena lahan kita kan terbatas untuk pembesaran. Sekali nge-breed kan kita bisa dapet 20 ribu ekor, dari satu atau dua indukkan. Sedangkan kolam yang kita punya cuma ada lima kolam. Jadi dari lima kolam itu paling kita bisa membesarkan sampai ukuran 8 -10 cm,  setelah itu kan harus dipisah lagi. Disedikitin jumlahnya biar bisa berkembang lebih besar lagi. Karena kalau terlalu padat pertumbuhannya lambat,” paparnya.










Berikan Jasa Konsultasi

Tak hanya menjadi pemasok ikan hias secara partai di Pasar Parung, Angke Ornamental Koi Farm menurut Dani juga menerima pembelian satuan untuk konsumsi hobi pribadi. Selain itu ia juga memberikan pelayanan jasa konsultasi pembuatan kolam, “Ya kita juga memberikan jasa konsultasi dan pembutan kolam sampai kepada pemilihannya ikan juga. Kalau ada customer minta dibuatkan kolam sampai kita running, artinya sampai air bagus itu kita siap lakukan,” katanya.

Meski kondisi pandemi ini menguntungkan pihaknya, namun Dani berharap kondisi ini semoga cepat berlalu, hingga semua bisnis kembali normal. Ia pun optimis ke depannya bisnis ikan hias akan lebih baik lagi. “Insya Allah optimis bisa lebih baik lagi. Saya ini dari 2013 sampai sekarang alhamdulillah masih survive,” katanya menutup perbincangan dengan WartaUsaha.com. (Red.WU)

Penulis : Taufik Rakhmanto

Foto : Taufik Rakhmanto & Dok. Pribadi




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment