International Session Franchise Discovery ``Franchising in Times of Rapid Changes``

By Redaksi_WU 24 Feb 2021, 08:15:37 WIB PROFIL WARALABA
International Session Franchise Discovery ``Franchising in Times of Rapid Changes``

WartaUsaha.com – Jakarta. Dalam rangka terus mendukung dan memperkuat ketahanan kewirausahaan nasional, Asosiasi Franchise Indonesia (AFI) bersama Neopromosindo mengelar webinar pertemuan waralaba Internasional.

Dengan mengusung tema International Session Franchise Discovery  "Franchising in times of Rapid Changes" event bergengsi yang diselenggarakan secara virtual pada (23/2/2021) ini menghadirkan pembicara dari Asosiasi Franchise Malaysia dan beberapa narasumber lainnya dari negeri jiran.

Hadir sebagai narasumber inspiratif dari Malaysia dan Indonesia, mereka adalah: Datuk Dr Radzali Hassan, Chairman Malaysian Franchise Association (MFA); Drs Anang Sukandar, CFE., Ketua Asosiasi Franchise Indonesia (AFI); Christopher Tay, Executive Director Bangi Kopitiam; Deric Yeo, Director The Manhattan Fish Market Malaysia; dan Susanty Widjaja, CFE., Ketua Umum Asosiasi Lisensi Indonesia (ASENSI), Franchisor Bakmi Naga Resto & Mie Batavia.

Baca Lainnya :

Fredy Ferdianto selaku pembawa acara menyampaikan, bahwa event ini merupakan sesi yang istimewa, karena Asosiasi Franchise Indonesia dan Asosiasi Franchise Malaysia—keduanya di bawah Asosiasi Franchise Dunia—World Franchise Associates (WFA)—yang mendukung environment business yang kondusif bagi ekspansi brand dalam upaya bangkit dari krisis pandemi ini.

Anang Sukandar dari AFI dikesempatan pertama menyampaikan sepintas gambaran pertumbuhan ekonomi Indonesia di tahun 2020 yang mengalami minus 2,07%. “Tetapi di triwulan pertama di 2021 ini yang dikatakan oleh Menko Perekonomian Indonesia diharapkan pertumbuhan ekonomi Indonesia antara plus 1, sampai 2,01. Itu yang kita harapkan di triwulan pertama ini Januari, Pebruari, Maret 2021. Itulah yang kita akan coba pertahankan dan sasarkan untuk supaya Indonesia bisa bangkit kembali,” jelasnya.

Memang kondisi ini tidak mudah menurut Anang, tak terkecuali pada perusahaan-perusahaan waralaba, terutama kepada franchisor dan franchisee. Dampak pandemi ini menantang buat kita semuanya, tetapi dengan pandemi ini ia tegaskan justru semua harus semangat, dan justru ini akan semakin membuat supplay chain distributor kita dan juga peluang digitalisasi bisnis mindotery untuk dapat menguasai pasar dan juga bisa menang di kondisi saat ini.

Sementara Datuk Dr Radzali Hassan dari MFA yang kesimpulan pemaparannya disampaikan Susanty Widjaja dari ASENSI ini menyampaikan satu kata kunci penting, di saat kondisi pandemi saat ini yakni kolaborasi. Seperti halnya MFA yang sudah melakukan kolaborasi dengan pemerintah Malaysia agar industri franchise dapat berjalan dengan baik. Tak kalah penting digitalisasi bisnis juga diperlukan dimasa pandemi ini, seperti halnya bekerjasama dengan aplikasi jasa layanan antar makanan.  

Selain itu juga MFA banyak berkolaborasi dengan berbagai pihak di Malaysia, termasuk beberapa perusahaan franchise Malaysia yang hingga kini tetap berjalan dan sukses, bahkan bisa ekspansi di beberapa negara.

Seperti yang dialami Deric Yeo dari The Manhattan Fish Market Malaysia. Mr Deric Yeo menyampaikan beberapa hal penting, seperti franchisor di sektor food n baverage secara khusus juga sangat terdampak pandemi karena pengurangan kapasitas dine in, penurunan omzet, hingga strategi saat ini adalah bertahan. “Salah satunya dengan cara ikut serta could kitchen untuk mengurangi cost,” ujarnya.

Sehingga strateginya adalah harus bertahan bagaimana menjalankan agar dapat survive. “Nah key essential dalam bisnisnya juga ini benar-benar harus dijalankan, “Seperti treat your customers the way you want them to treat you. Jadi inilah hal penting yang bisa kita highlight bersama,” katanya.

Dalam ekspansi bisnis ke luar negeri ia katakan juga pentingnya untuk mengetahui how to export our goods, karena memang dari Manhattan Fish Market juga hadir di negara-negara lain selain Indonesia. Begitu juga manajemen krisis dalam pandemi, seperti pentingnya digitalizing your business is a must. Itu sebuah keharusan termasuk dalam hal membangun delivery apps.

Sementara Christopher Tay dari Bangi Kopitiam menyampaikan pentingnya lokasi di sebuah negara dan juga pilihan menu yang disajikan di daerah tersebut. Seperti halnya Indonesia dengan kepulauan yang berbeda satu dengan lainnya. Begitu juga dari karakteristik daerahnya dan juga untuk delivery-nya masih diperlukan sesuatu hal yang berbeda antara satu pulau dengan pulau lainnya termasuk Indonesia bagian timur khususnya.

“Know the low of your country location, and don’t forget to adapt your menu to local taste. Dan tentunya penting kita mendapatkan calon franchisee yang punya passion dan juga chemistry yang cocok,” ujarnya.

Melalui event webinar akselerasi bisnis ini, Fredy Ferdianto menyampaikan pihaknya berharap untuk tetap semangat menjalankan usahanya meski di masa pandemi. Diakhir sesi acara, ia menginformasikan untuk mengikuti event selanjutnya pada 17 Maret 2021 mendatang. “Dan pastinya kami juga punya sesi Internasional lainnya bersama rekan-rekan franchisor kami baik di Philipina, Singapura, maupun Thiland,” tutupnya. (red.wu)

- Antofik   

   

 




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment