Jamu Intan Kendedes Minuman Herbal dari Pameran ke Pameran Hingga Favorit Langganan Istana

By Redaksi_WU 26 Nov 2020, 17:31:07 WIB PROFIL UMKM
Jamu Intan Kendedes Minuman Herbal dari Pameran ke Pameran Hingga Favorit Langganan Istana

Keterangan Gambar : Foto: WartaUsaha.com/Raihan & Dok. Pribadi


WartaUsaha.com – Jakarta. Berkat kerja keras dan ketekunan Noeke Noerhani, ia berhasil membuat produk jamu Intan Kendedes miliknya sampai ke Istana Negara. Bahkan, disaat sulit pandemi seperti, permintaan akan jamu miliknya ini justru meningkat.

Kisah sukses Noeke Noerhani menjual jamu dari pameran ke pameran, hingga sampai istana negara memang penuh perjuangan usaha yang tak mudah. Ibu empat anak asal Malang, Jawa Timur ini memutuskan pindah ke ibu kota sejak tahun 1967 dan tinggal di Menteng, Jakarta Pusat. Dari sanalah ia akhirnya memulai usaha Jamu sepeninggalan sang suami di tahun 1995.

Setelah sang suami tutup usia, Noeke pun harus bertahan hidup  bersama anak-anaknya untuk kemudian melanjutkan hidupnya. Namun dengan doa dan usaha nyata, ia pun akhirnya sukses menikmati hidup dari hasil usahanya itu.

Baca Lainnya :

 ‘’Saya seorang ibu dari empat anak tanpa suami, karena suami saya sudah meninggal. Akhirnya saya membuka usaha jamu untuk menyambung hidup. Saya mengikuti bazaar-bazaar untuk memperkenalkan produk jamu buatan saya. Alhamdulillah berkat itu, jamu saya jadi sering dibawa untuk acara-acara penting,’’ jelas Noeke.

Dari usaha inilah, Noeke menyambung hidup dan mampu menyekolahkan anaknya sampai lulus sarjana. Dengan kerja keras dan ketekunannya, sampai akhirnya usaha jamunya dapat dikenal luas oleh masyarakat. Tidak hanya masyarakat lokal, bahkan produk jamunya itu sudah dipamerkan ke negara tetangga seperti Singapura dan Brunei Darussalam.


Sejak tahun 2006, Jamu Intan Kendedes memang sudah menjadi produk jamu langganan istana dimulai dari pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Sejak itulah jamu ini menjadi menu minuman resmi kenegaraan saat peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia pada tanggal 17 Agustus setiap tahunnya.

Komposisi rasa jamu yang enak dan cocok di lidah, membuat produk jamu racikan Noeke digemari oleh berbagai kalangan. Maka tak heran, bila jamunya juga disajikan pada tamu-tamu negara, baik tamu lokal maupun tamu dari luar negeri.

Permintaan Meningkat Saat Pandemi


Jika produk UMKM lainnya terdampak oleh pandemi Covid 19. Namun saat pandemi seperti ini Noeke akui permintaan akan kesediaan jamu justru meningkat dan banyak pesanan jamu yang diterima di saat-saat seperti ini.

“Ya, Alhamdulillah kalau produk jamu saya dapat bermanfaaat bagi masyarakat. Saya juga pernah membagikan produk jamu gratis karena saat pandemi kondisi tubuh yang sehat itu harus dijaga,’’ tutur wanita yang juga merupakan pemilik usaha Intan Kendedes Art and Craft ini.

Noeke menceritakan bahwa ia sering mengadakan pelatihan pembuatan jamu dan handcraft untuk masyarakat. Ia ingin agar masyarakat dapat memberdayakan kemampuan mereka, terutama bagi mereka yang terkena dampak ekonomi akibat virus Covid-19. ‘’Saya ingin agar tidak hanya saya yang merasakan nikmat dari kesuksesan itu, saya juga ingin agar orang lain juga turut merasakan kebahagiaan yang sama,’’ ungkapnya.

Dipercaya Banyak Pihak

Ketika disinggung mengenai Undang-undang Cipta Kerja, sebagai pengusaha, Noeke mengaku tidak ingin ambil pusing. Orang-orang yang bekerja padanya adalah mitranya, sehingga bagaimana pun ia merasa sudah kewajibannya untuk memenuhi hak mereka dengan baik. Standar Operasional Prosedur (SOP) pun dibuat oleh Noeke sendiri, ia ingin agar orang-orang yang bekerja sama dengannya merasa nyaman.

Berkat kerja keras Noeke dan rekan-rekannya, Jamu Intan Kendedes sendiri telah berhasil mendapatkan kepercayaan dari banyak pihak. Hal ini terbukti dengan diraihnya 12 sertifikat dari istana sebagai produk jamu dengan kualitas yang baik.

Beberapa macam minuman tradisional yang diproduksi oleh Jamu Intan Kendedes, dengan brand Njonjah Menteng yakni Birpletok Jahe Merah, Kunyit Asem, Temulawak, Beras Kencur, Jeruk Purut, Kunyit Kunci, Sirih, Kunyit Putih, Sinom, dan Sari Kulit Manggis. Jamu-jamu segar ini dibanderol mulai dari harga Rp 20.000, tergantung dari jenis jamunya.

Bagaimana, apakah mau coba rasa jamu langganan Istana ini? Bila Anda tertarik untuk mencobanya, langsung saja kunjungi dan pesan melalui Shopee, Facebook, dan Instagramnya dengan nama akun Jamu Intan Kendedes. (Red.WU)

Penulis: Hurryyati Aliyah / Antofik

 




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment