Omzet Siti Rochania Meningkat Selama Pandemi Melalui Bisnis Minuman yang Satu Ini
WartaUsaha.com – Jakarta. Tidak seperti umumnya usaha/bisnis lain yang terdampak Pandemi Covid -19. Namun usaha Bir Pletok yang dilakoni Siti Rochania (48) ini, justru mengalami peningkatan omzet selama pandemi.

By Redaksi_WU 05 Nov 2020, 02:33:19 WIB PROFIL UMKM
Omzet Siti Rochania Meningkat Selama Pandemi Melalui Bisnis Minuman yang Satu Ini

Keterangan Gambar : Foto: Dok. Pribadi


Seperti diketahui, Bir Pletok adalah minuman khas Betawi yang dibuat dari campuran beberapa rempah, seperti jahe, daun pandan wangi, dan serai. Minuman tradisional yang dikenal di kalangan etnis Betawi ini meski bernama bir, namun tidak mengandung alkohol.

Jenis minuman ini justru banyak dicari orang selama pandemi, karena berkhasiat untuk kesehatan dengan memperlancar peredaran darah. Dan dinilai mampu memperkuat imunitas tubuh untuk menangkal virus corona. Bir Pletok juga merupakan salah satu dari 8 ikon minuman Jakarta berdasarkan Pergub No.11 Tahun 2017.

Baca Lainnya :

Bermula dari hobi mengonsumsi minuman dari rempah-rempah, meski bukan berasal dari suku Betawi atau Jakarta, Siti Rochania—ibu dua orang anak ini—memulai usahanya membuat dan menjual Bir Pletok sejak 4 tahun lalu. “Saya bisa membuatnya dan saya hobi minuman dari rempah-rempah,” kata wanita kelahiran Kebumen, 26 September 1972 ini.

Guna untuk melestarikan budaya dan sekaligus memajukan Bir Pletok, Anie, begitu ia biasa disapa, bersama 6 orang pelaku bisnis lainnya, dalam perjalanan usahanya ia mendirikan sebuah organisasi Perkumpulan Pengusaha Bir Pletok Indonesia (PPBPI) pada Pebruari 2019 lalu.

Meski dalam kurun waktu yang belum terlalu lama, PPBPI terbilang aktif melakukan kegiatan. Beberapa kali sudah membuat pelatihan-pelatihan pembuatan Bir Pletok. Baik untuk kalangan anggota sendiri maupun untuk umum. Begitu juga kegiatan reguler photo produk dan juga mensosialisasikan standar pembuatan serta rempah-rempah dalam Bir Pletok.

Seperti event yang akan berlangsung ke depan yakni “Tips & Trik Pembuatan Bir Pletok Milenial” yang rencananya akan diselenggarakan melalui workshop virtual live on facebook fanspage pada 25 November ini.

Wabah Virus Corona yang melanda sejak Pebruari 2020 ini tampaknya menjadikan berkah tersendiri untuk usaha Bir Pletok. Pasalnya, omzet penjualan dirasakan para pengusaha minuman ini melonjak 2 hingga 3 kali lipatnya dari penjualan sehari-hari sebelum pandemi. Namun seiring banyaknya permintaan, bersamaan dengan itu pula bahan baku Bir Pletok kian naik berkali-kali lipat.

Hal itu juga diakui Anie. Ibu dari Eka dan Mayda ini merasakan usaha yang ia rintis sejak 2016 lalu itu, diawal masa pandemi permintaan pasar akan produknya cukup tinggi, sehingga omzet penjualannya pun naik hingga 50%.

Namun seiring berjalannya waktu, harga bahan pokok rempah-rempah terus merangkak naik, akhirnya omzetnya pun turun. Karena harga Bir Pletok tidak berubah sejak 1-2 tahun lalu.

“Alhamdulillah selama pandemi minuman dari rempah-rempah banyak dicari, jadi omzet meningkat. Awal pandemi omzet saya naik sampai 50% dari sebelum pandemi .Tapi lama kelamaan omzet seperti sebelum pandemi,” kata pengusaha Bir Pletok yang membuka usahanya di bilangan Ciracas, Jakarta Timur ini.

Akibat adanya PSBB yang diberlakukan pemerintah, ia pun akhirnya berinovasi merubah strategi penjualan dengan memasarkannya secara online. Dengan begitu wanita yang tinggal di bilangan Kemayoran, Jakarta pusat ini pun bersyukur, omzet penjualannya kini kembali stabil. “Jadi dengan cara online kami mempromosikan produksi saya sekarang ini,” kata wanita lulusan SMA ini.

Diakui Anie, dengan maraknya bantuan pemerintah Rp 2,4 juta untuk UMKM saat ini, ia tidak menerimanya alias tidak dapat, karena itulah ia meminta dukungan dari pemerintah. “Saya tidak dapat. Harusnya semua IKM/UMKM terima bantuan, karena kami tidak ada yang membantu, kami adalah industri kurang modal,” tukasnya.

Oleh karena itu juga Anie dan PPBPI berharap adanya support dari pemerintah terkait usaha yang dijalankan ini. Agar produk Bir Pletok menurutnya dapat menjadi welcome drink di semua hotel di Indonesia. Hal itu juga yang diakui Anie menjadi target usahanya ke depan, selain dapat masuk ke kantor pemerintahan dan juga memasarkan ekspor. (Red.WU)

Penulis: Taufik Rakhmanto

 




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment