Pekan Kebudayaan Nasional 2021 ``Cerlang Nusantara, Pandu Masa Depan``

By Redaksi_WU 19 Nov 2021, 10:12:53 WIB EVENT
Pekan Kebudayaan Nasional 2021  ``Cerlang Nusantara, Pandu Masa Depan``

WartaUsaha.com – Jakarta. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi melalui Direktorat Jenderal Kebudayaan, menyelenggarakan Pekan Kebudayaan Nasional (PKN) 2021 sebagai amanat Kongres Kebudayaan Indonesia 2018 untuk menciptakan “ruang interaksi inklusif untuk pemajuan kebudayaan.” Amanat ini diwujudkan dalam PKN 2019 dan 2020 yang mengangkat tema “Ruang Bersama Indonesia Bahagia.”

Pada tahun penyelenggaraan ketiga ini, PKN digagas dengan tema yang menjawab tantangan kehidupan masa kini, khususnya di bidang pemenuhan kebutuhan hidup dasar: sandang, pangan, papan. Dengan memanfaatkan kekayaan potensi budaya setempat, dapat diperoleh solusi yang lebih berkelanjutan bagi masalah-masalah dunia hari ini. Untuk itu, PKN 2021 mengangkat tema “Cerlang Nusantara, Pandu Masa Depan.”


Baca Lainnya :

Sudah waktunya Cerlang Nusantara itu menjadi pandu kita bersama menuju masa depan pascapandemi. Kearifan lokal dari segenap warisan budaya kita akan menjadi terang yang membimbing jalannya bangsa Indonesia mencipta kewajaran baru yang tidak sekadar mengulang kewajaran lama. Dengan itu, keanekaragaman budaya menjadi sarana untuk memecahkan aneka persoalan bangsa, memberikan jaminan keselamatan hidup bagi segenap warga bangsa. Keselamatan ini harus terwujud dalam segi-segi kehidupan yang paling mendasar: sandang, pangan, papan.

“Keseluruhan khazanah tradisi hari ini adalah buah dari adaptasi, inovasi dan hibridisasi yang membuat kita sebagai bangsa semakin berketahanan dalam menghadapi aneka tantangan hidup,” jelas Direktur Jenderal Kebudayaan Kemendikbudristek Hilmar Farid.

Hilmar menambahkan, PKN 2021 hadir untuk menghimpun upaya bersama menggali kearifan lokal sebagai solusi untuk tantangan dunia masa kini. Sebagai platform bersama, PKN menghimpun aneka inisiatif dari bawah untuk mengubah tatanan Normal Lama yang tidak berkelanjutan dan menggantikannya dengan tatanan hidup baru yang bertopang pada Cerlang Nusantara. “PKN 2021 adalah sebuah festival-dengan-misi: menjadikan kebudayaan sebagai pandu menuju Normal Baru. Kebudayaan Nusantara telah dihasilkan lewat praktik sosial selama ribuan tahun dan terbukti membuat kita bertahan hingga hari ini. Ke sana kita perlu menengok untuk mencari jalan keluar dari dilema hari ini,” katanya.

“Melalui PKN 2021 kita akan menoleh pada praktik sosial sehari-hari yang terbukti secara turun-temurun menghasilkan tata hidup berkelanjutan. Aneka lokakarya, simposium, konferensi, kompetisi, dan pergelaran dihadirkan untuk menyajikan visi masa depan alternatif sebagai pengalaman langsung kepada kita semua,” tambah Hilmar.

Kuratorial dari PKN 2021 ini dikerjakan secara gotong royong oleh tiga kurator yang masing-masing sudah lama berkecimpung di dalam isu sandang, pangan, papan yakni Samuel Wattimena, Helianti Hilman, dan Yori Antar.

PKN 2021 adalah perhelatan kebudayaan yang diselenggarakan dengan campuran daring dan luring, merentang sejak Juli 2021 dan memuncak pada tanggal 19 - 26 November 2021. Siaran perdana PKN 2021 dapat disaksikan di indonesiana.tv dan konten lengkapnya bisa dilihat kapan saja di pkn.id. Terdapat 17 kompetisi budaya, 23 lokakarya, 11 sesi simposium, 60 pergelaran, pameran dan tidak kurang dari 20 sesi konferensi.

Selain itu, terdapat lebih dari 70 pemerintah daerah yang berpartisipasi aktif menyelenggarakan Pekan Kebudayaan Daerah yang merupakan rangkaian kegiatan pendahuluan menuju PKN 2021. Tidak kurang dari 3.000 pelaku budaya ambil bagian secara aktif di dalam rangkaian kegiatan pendahuluan maupun pada puncak PKN pada 19 - 26 November 2021.

Beberapa musisi papan atas seperti Slank, Andien, Dere, Diskoria, Shine of Black, Godbless, Viky Sianipar, dan Voice of Baceprot terlibat di dalam kegiatan ini. Para sutradara seperti Hanung Bramantyo, Riri Riza dan beberapa nama lain pun tidak ketinggalan. PKN 2021 hadir untuk mengawali perubahan gaya hidup: putar haluan dari segala cara hidup lama yang tidak berkelanjutan, temukan arus kebudayaan dari bawah yang akan melontarkan kita ke masa depan, maju ke cara hidup baru yang berkelanjutan.*

(editor: jierui)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment