Tjantik Gallery Manjakan Pelanggan Lebih Percaya Diri dengan Perhiasan Etnik & Desain Custom yang Unik

By Redaksi_WU 11 Jul 2021, 19:20:39 WIB PROFIL UMKM
Tjantik Gallery Manjakan Pelanggan Lebih Percaya Diri dengan Perhiasan Etnik & Desain Custom yang Unik

Keterangan Gambar : Owner Tjantik Gallery Widowati Soekirman / Foto: Dok. Tjantik Gallery


WartaUsaha.com – Jakarta. Menempati Beranda Nusantara LG B21 Mall Kota Kasablanka, Jakarta, Toko Perhiasan Tjantik Gallery hadir sebagai produsen aksesoris perhiasan custom, dengan keunggulan satu desain satu produk. Oleh karenanya, produk Tjantik Gallery memiliki keistimewaan tak ada yang sama di pasaran, karena diproduksi selalu berbeda setiap waktunya.

Menurut owner Tjantik Gallery Widowati Soekirman, inspirasi desain yang dibuat dari Tjantik Gallery merupakan ‘penggalan’ desain dari Kain Batik ataupun Kain Tenun yang beragam desainnya, yang kemudian dikembangkan menjadi perhiasan yang unik dan etnik sesuai dengan karakter seni budaya Indonesia.

“Saya diajarkan oleh kedua orang tua saya, agar mencintai desain Indonesia dan membuat perhiasan diupayakan tidak sama satu sama lainnya. Agar wanita khususnya saat mengenakan perhiasan dari gallery kami lebih percaya diri, karena desain yang kami buat sangat berbeda tiap jenisnya. Kalaupun desain tersebut dibuat kembali ada jeda waktunya, agar tidak bersamaan bagi pemakainya,” katanya.

Baca Lainnya :


    Tjantik Gallery yang dibangun sejak 2003 dengan nama Wido Gallery ketika itu, dan baru menggunakan nama Tjantik Gallery pada 2011 lalu ini, merupakan usaha keluarga yang telah dirintis sejak tahun 1986 silam. Kini Widowati pun sukses mengelola dan mengembangkan usaha keluarganya hingga bersaing di industri perhiasan Indonesia melalui Brand Tjantik Gallery ini.

    Tak hanya desain yang unik dan etnik, keunggulan bahan material yang digunakan produk Tjantik Gallery juga menggunakan bahan alam pilihan. Wido, begitu panggilan akrab wanita kelahiran Jakarta, 1 Desember 1963 ini menjelaskan bahan apa saja yang digunakannya.

    “Diawal saya menjalankan usaha menggunakan material logam perak kadar 925 untuk ikatan perhiasan tesebut, dan bahkan pernah ada pesanan tamu meminta kombinasi logam perhiasan perak dan emas 18 karat. Dan untuk bahan baku perhiasan, saya gunakan batu alam Indonesia, Mutiara South Sea ataupun Mabe, Coral, Manik Glass, dan lainnya dengn komponen 80% bahan baku dari Indonesia dan 20 % bahan baku alam import. Seperti Jade, Lapis Lazuli, Garnet, Tourmaline, dan lainnya, sebagai pelengkap atas perhiasan yang saya buat,” jelas lulusan ASMI Jakarta 1986 ini.

    Namun berjalannya waktu, Wido menggunakan material logam tembaga dan stainless untuk permintaan pasar dengan harga yang lebih terjangkau oleh masyarakat luas. Tetapi tetap menggunakan bahan baku alam Indonesia yang menjadi ciri khas untaian dari Tjantik Gallery. Tak hanya untuk wanita, produk Tjantik Gallery pun tersedia untuk kaum pria dengan desain batu-batu Indonesia yang menarik. 

    Wido membandrol harga produknya di Tjantik Gallery ini mulai dari ratusan ribu hingga jutaan rupiah. “Untuk perhiasan dengan ikatan logam perak harga dimulai dari 800K sampai 8.000K, bahkan bisa lebih, karena menggunakan batu alam pilihan. Sedang dengan ikatan tembaga ataupun stainless, yang saya sebut aksesoris dan tetap menggunakan bahan baku alam pilihan serta komponen lainnya, dengan harga dimulai dari 250K sampai 1.250K,” ujar anggota Dekranasda DKI Jakarta ini.

    Tak hanya berkiprah di dalam negeri mengikuti berbagai pameran, Tjantik Gallery juga mendapatkan kesempatan pameran dari lembaga pemerintah yang terkait dengan kegiatan UKM dan IKM di luar negeri. Salah satunya adalah ajang ii-motion (Indonesia Industrial Moslem Exhibition) yang rutin digelar Kementerian Perindustrian RI.

    Pasarkan Online & Solusi Dimasa Pandemi

    Saat sebelum adanya wabah pademi corona umumnya usaha akan mengalami masa gemilang dan juga masa sulit, tetapi diakui Wido tidak sesulit pademi Covid-19 yang telah berlangsung hingga 1,5 tahun ini. Untuk itulah ia pun mencari solusi untuk menjual online produknya. “Dengan kondisi gelombang kedua yang berat ini, kami selaku usaha UKM/IKM sangat berat menghadapinya. Terlebih produk kami dalam bentuk kerajinan, dimana saat ini yang dibutuhkan masyarakat hanya untuk kebutuhan pangan dan kesehatan,” ujarnya.

    Seperti dituturkan Wido, diawal pademi corona di bulan April - Juni 2020 lalu dengan kondisi mall ditutup sementara, ia akhirnya harus menjual produknya secara online, setelah mendapatkan ilmu pelatihan dan mengikuti pameran virtual dari beberapa Kementerian. Meski hasilnya diakuinya belum optimal, karena semua perlu proses, namun ia tetap berikhtiar untuk tetap belajar menjual melalui media sosial. 

    “Terlebih lagi saat gelombang kedua atas pademi corona ini, gallery kami yang di mall ditutup kembali sampai batas waktu yang belum bisa dipastikan kapan bukanya! Disela kesulitan inilah, saya mencoba membuat usaha makanan sajian nasi box yang sudah saya mulai dari bulan Oktober 2020 sampai saat ini. Dan tetap mempertahankan usaha perhiasan dan aksesoris yang kami promosikan melalui Website, Instagram, Facebook dan Whatsap Bisnis,” ungkapnya.

    Untuk saat ini Wido hanya bisa berdoa dan ikhtiar agar wabah cepat berlalu, dengan harapan kelak semua dapat kembal berjalan normal. “Dan jika sudah ada rejeki yang cukup, ingin membuat pameran khusus untuk batu alam Indonesia, serta perhiasan dari desain Tjantik Gallery. Ya siapa tahu ke depan bisa punya museum kecil batu alam Indonesia, serta dilengkapi desain etnik Indonesia lainnya. Semoga Allah SWT memberi kesempatan impian saya tersebut. Aamiin Ya Robalallamiin,” harapnya seraya berdoa.

    Untuk lebih lanjut mengetahui produk-produk Tjantik Gallery, bisa mengakses website resminya di: https://tjantikgallery.com/

    (antofik)  

     




    Write a Facebook Comment

    Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

    View all comments

    Write a comment